Keistimewaan Bulan Sya’ban

Diantara hal penting yang terjadi pada bulan Rajab adalah peristiwa isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw. namun sebenarnya keistimewaan bulan Rajab adalah karena ia adalah bagian dari bulan-bulan muharam. artinya selain bulan Rajab ada tiga bulan lain yang mempunyai keistimewaan yang sama. yaitu Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Muharram.

Menetapkan keutamaan suatu waktu atau tempat, mesti harus ada dalil yang menjelaskannya. Karena yang memiliki hak untuk menetapkan bahwa suatu tempat atau waktu mempunyai keistimewaan atau keberkahan, hanyalah Allah Swt. hal itu bisa diketahui melalui penjelasan Rasulullah Saw dalam sunah-sunahnya. Seperti keutamaan tempat misalnya multazam, raudah, masjidil haram, masjid nabawi. Keistimewaan waktu misalnya hari jum’at, bulan ramadhan, bulan-bulan haram, dll.

Berbicara mengenai keistimewaan bulan Rajab, berarti tidak terlepas dari pembicaraan tentang keistimewaan bulan muaharram secara umum. Mengingat bahwa bulan rajab adalah bagian dari bulan muharam, sebagaimana sabda Rasulullah Saw ketika haji:
عن أبي بكرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب في حجته فقال ألا إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا: منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات ذوالقعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى والشعبان (رواه البخاري).
Dari Abu Bakrah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda ketika haji, beliau bersabda: ketahuilah bahwa zaman telah berputar sebagaimana mestinya, hari diciptakannya langit dan bumi, satu tahun terdiri dari dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan suci; tiga bulan berurutan yaitu dzul qa’dah, dzul hijjah, muharram, dan satu bulan lagi adalah rajab, ia ada diantara bulan jumadi dan sya’ban (HR. Bukhori).

Bulan muharam merupakan bulan yang dikhususkan oleh Allah Swt, bulan yang diagungkan, dan disucikan. Dimana pahala amal baik pada bulan tersebut dilipatgandakan oleh Allah Swt, dan dosa kemaksiatan pada bulan itu juga lebih besar dari bulan-bulan yang lain. Hal itu yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas ketika mengomentari firman Allah swt:
إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب بالله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم (التوبة: 36)
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumio, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, makan jangalah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu. (QS. At-Taubah: 36).

Qatadah dalam mengomentari ayat (فلا تظلموا فيهن أنفسكم) berkata: bahwa kezaliman pada bulan-bulan muharam, nilai kesalahannya dan dosanya lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain, meskipun pada hakikatnya kezalimana adalah bentuk kesalahan yang besar kapanpun itu dilakukan, tapi Allah Swt menjadikan suatu urusan itu besar sesuai dengan kehendaknya.

Imam Baihaqi dalam kitabnya syauabul iman, meriwayatkan dari Ka’ab, berkata: Allah memilih dari negeri-negeri yang ada, negeri yang paling dicintai Allah adalah negeri tanah haram. Dan Allah memilih waktu, waktu yang paling Allah cintai adalah bulan-bulan muharam, dari bulan-bulan muharam itu, yang paling dicintai Allah adalah bulan dzul hijjah, dari bulan dzulhijjah itu, yang paling dicintai Allah adalah sepuluh hari pertama. Dan Allah memilih hari-hari, hari yang paling dicintai Allah adalah hari jumat. Malam yang paling dicintai Allah adalah malam lailatul qadar, dan Allah memilih waktu-waktu antara malam dan siang, waktu yang paling dicintai Allah adalah waktu-waktu shalat wajib, dan Allah memilih ucapan-ucapan, dan ucapan yang paling dicintai Allah adalah Laailaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, dan alhamdulillah.

Artinya secara umum bahwa bulan-bulan muharam yang empat tersebut adalah bulan yang disucikan dan diagungkan disisi Allah, dimana amal baik pada waktu itu dilipatgandakan pahalanya dan kejahatan pada bulan-bulan itu juga digandakan dosannya. Oleh karenanya, secara umum bisa dipahami bahwa ibadah-ibadah pada bulan-bulan tersebut mempunyai nilai yang lebih dari bulan-bulan yang lain.

Ibadah puasa pada bulan Rajab
Bulan Rajab adalah sebagaimana bulan-bulan muharam yang lain, yang mempunyai nilai suci disisi Allah Swt. sehingga memperbanyak ibadah pada bulan tersebut adalah sangat baik, mengingat ia masuk dalam bagian dari empat bulan yang disucikan yang mempunyai keutamaan tersendiri.

ada riwayat yang menceritakan tentang bagaimana puasanya Rasulullah Saw pada bulan Rajab. dari Utsman bin Hakim berkata: aku bertanya kepada sa’id bin Jubair tentang puasa pada bulan Rajab, maka ia menjawab: aku diberitahu oleh Ibnu Abbas Ra, bahwa Rasulullah Saw berpuasa sampai kami beranggapan beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka sampai kami beranggapan seakan-akan beliau tidak berpuasa (HR. Muslim).

Maksudnya adalah bahwa Rasulullah Saw juga puasa dan juga berbuka pada bulan itu. Selain dari hadits diatas, memang banyak riwayat-riwayat hadist yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah puasa secara khusus pada bulan Rajab. Akan tetapi kebanyakan hadits-hadits itu mempunyai derajat lemah. Sehingga bisa dikatakan, tidak ada ibadah khusus yang harus dilakukan dalam bulan Rajab. Artinya jika ingin memperbanyak ibadah dalam bulan Rajab, seperti puasa, baca quran, shalat malam, dzikir, semangat yang dibangun dalam ibadah adalah karena Rajab merupakan bagian dari bulan-bulan Muharam, bukan karena hadits-hadits yang lemah itu. Wallahu a’lam.

Sumber http://www.syariahonline.com

About these ads
Explore posts in the same categories: Syariah On Line

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: