Al-Fatihah dilanjutkan tidak?

Pada dasarnya seorang makmum tidak wajib membaca surat al-Fatihah atau surat lainnya ketika ia melaksanakan salat jahriyyah maupun sirriyah secara berjamaah. Artinya, jika ia tidak membaca surat al-fatihah atau surat apapun salatnya tetap sah. Pasalnya, ia memiliki imam. Sementara, bacaan imam menurut sabda Rasulullah saw. sudah mewakili bacaannya.
Pendapat berbeda disampaikan oleh al-Imam Syafii dan Dawud. Menurut mereka, makmum tetap wajib membaca al-fatihah karena Rasulullah saw. Pernah bersabda, ”Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca surat al-Fatihah.” Hanya saja bagi mereka, ini berlaku pada shalat shalat sirriyyah (zhuhur dan ashar) sementara dalam shalat jahriyyah (maghrib, isya dan subuh) makmum cukup mendengarkan bacaan imam karena Allah befirman,
”Jika Alquran dibacakan, hendaknya kalian mendengarkan dan diam.” (QS al-A’raf: 204).
Adapun bagi kalangan Hanafi makmum sama sekali dilarang untuk membaca surat baik dalam shalat jahriyyah maupun siriyah.
Sementara, menurut kalangan Maliki dan Hambali, pembacaan surat oleh makmum dalam shalat sirriyyah hukumnya sunnah, dan pada shalat jahriyyah makruh.
Dengan demikian, jika berpegang pada pendapat Maliki, Hambali, dan Hanafi, shalat Anda tetap sah meski tidak membaca surat al-Fatihah atau surat yang lain. Tetapi cukup mendengarkan bacaan imam sebab menurut hadis Rasul saw. bacaan imam sudah mewakili. Di sisi lain Anda lebih wajib untuk mengikuti gerakan imam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber http://www.syariahonline.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Syariah On Line. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s