Mengenal Ms.Word 2010 (Materi Kelas 3 SD HI)

Perkembangan materi pembelajaran komputer atau TIK di sekolah harus mengikuti perkembangan Teknologi yang ada.
Begitu pula dengan program-program yang di gunakan di Sekolah Islam Harapan Ibu. Di kelas 3 SD materi yang diberikan adalah cara mengetik, dengan tujuan siswa mampu menggunakan keybard dengan benar, dan yang paling penting lancar mengetik.
Materi yang berkaitan dengan ini diantaranya:
(semua format dalam bentuk pdf file)
A. Bab 1 “Mengenal MS.WORD 2010”

Iklan
Dipublikasi di Info IT | Meninggalkan komentar

Iman Kepada Hari Akhir

Kehidupan manusia terbagi menjadi dua: kehidupan pendek di Darul ‘Amal dan kehidupan abadi di Darul Jaza.

Darul ‘Amal (tempat beramal) adalah bumi atau dunia yang kita tempati sekarang ini sampai batas waktu tertentu yang amat singkat. Dunia adalah tempat dan waktu yang diberikan kepada kita untuk melakukan amal yang kita kehendaki seperti orang-orang sebelum kita yang juga telah mengalaminya. Allah swt. berfirman:

“Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun akantetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (Fathir: 44-45)

Setiap lewat sehari, kesempatan hidup pun berkurang dan kita semakin dekat dengan Darul Jaza (negeri balasan). Dan bila kesempatan itu benar-benar habis, hidup di dunia ini terasa kurang dari sesaat. Allah swt berfirman:

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (Yunus: 45)

Sedangkan yang dimaksud dengan Darul Jaza adalah negeri akhirat, tempat manusia mendapatkan balasan semua perbuatannya di Darul Amal. Dan maut adalah titik perpindahan dari Darul Amal ke Darul Jaza. Allah swt. berfirman:

“Katakanlah: ‘Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmu-lah kamu akan dikembalikan.’ Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): ‘Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.’” (As-Sajadah: 11-12)

“Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-Rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?’ Mereka menjawab: ‘Benar (telah datang).’ Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): ‘Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.’ Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.’ Dan mereka mengucapkan: ‘Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.’ Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’” (Az-Zumar: 70-75)

Hari Akhir adalah Bukti Keadilan Ilahi

Iman seorang mukmin kepada hari akhir punya dalil yang kuat. Dalil yang utama adalah informasi semua Rasul, tanpa kecuali, tentang hakikat hari akhir yang mereka terima dari Allah swt. Para Rasul adalah orang-orang yang telah menunjukkan kepada manusia bukti-bukti kebenaran risalah mereka. Namun disamping itu ada juga dalil-dalil aqli (logika).

Ada banyak dalil aqli. Tapi, salah satunya adalah dalil logika keadilan Ilahi.

Dalam diri manusia ada perasaan cinta kepada keadilan. Ini perasaan yang membuat manusia membenci kezaliman. Pencipta perasaan cinta keadilan dalam diri manusia ini adalah Allah swt., Pencipta manusia, dan merupakan aksioma bahwa Sang Pencipta lebih agung dan lebih sempurna dari ciptaan-Nya, dan bagi Allah segala perumpamaan yang sempurna.

Jadi, keadilan Allah swt. jelas Maha Sempurna, sedangkan makhluknya tidak. Jika rasa keadilan dalam diri manusia menolak perlakuan sama antara orang zalim dan yang terzalimi, antara pembunuh dengan korban terbunuh, orang yang taat dengan yang membangkang, maka keadilan Ilahi yang sempurna tentunya lebih menolak penyamaan antara si zalim dengan yang dizalimi, antara pembunuh dan terbunuh, antara yang taat dan yang melakukan maksiat, antara mukmin dengan kafir, dan antara orang baik dan orang jahat. Allah swt. berfirman:

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (Shad: 27-28)

Namun kita tidak mendapati keadilan sempurna di dunia. Belum ada balasan yang setimpal atas semua perbuatan manusia yang baik maupun buruk. Dengan logika keadilan Ilahi yang tak mungkin diragukan, kita beriman bahwa penghitungan dan balasan amal yang seadil-adilnya itu akan kita temui di hari akhir sebagaimana diinformasikan oleh semua Rasul a.s.

Kesimpulan

Kehidupan manusia terbagi dua: kehidupan singkat di Darul Amal dan kehidupan abadi di Darul Jaza, sedangkan kematian adalah titik perpindahan antara keduanya.

Siapa yang beramal shalih di dunia, Allah swt. akan membalasnya dengan ganjaran pahala. Barangsiapa berbuat buruk, Allah swt. mengancamnya dengan hukuman setimpal. Allah swt. juga mengutus para Rasul kepada manusia, dan mereka telah membuktikan kebenaran pengakuan kerasulan mereka lalu menyampaikan wahyu Allah yang diantaranya berisi keimanan kepada hari akhir dan apa yang terjadi di sana.

Keadilan Allah swt. Maha Sempurna, dan konsekuensinya adalah perlakuan yang tidak sama antara yang jahat dan yang baik. Di dunia ini ganjaran untuk orang yang baik belum sempurna, begitu pula hukuman bagi orang jahat. Oleh karenanya Allah swt. menjadikan hari akhir untuk menyempurnakan penghargaan kepada orang-orang yang telah berbuat baik dan mengadili serta menghukum orang-orang yang ingkar kepada-Nya.

Penulis: Team Dakwatuna
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/iman-kepada-hari-akhir/

Dipublikasi di Agama | Meninggalkan komentar

Siapa Yang Lebih Cerdas Manusia atau Komputer?

Pernahkah kamu bermain game yang melawan komputer, catur misalnya?. Kalo pernah siapa yang menang, kamu atau komputer?. Terkadang kamu, bahkan lebih sering komputer mungkin!.
Pada setiap permainan komputer terlihat lebih cerdas hingga kadang kita sulit mengalahkannya. Oleh karena itu sering komputer disebut otak elektronik. Akan tetapi, apakah komputer benar-benar dapat berfikir seperti manusia?, yuuk, kita bahas dan bandingkan!.
Sebelum memulai, mari kita bandingkan bagaimana otak manusia dan komputer bekerja. Otak manusia terdiri atas sel-sel khusus yang disebut neuron. Sel-sel neuron ini saling bekerja sama untuk memproses informasi dan merespon suatu aksi. Adapun otak komputer terdiri atas kumpulan sirkuit yang disebut Microprocessor. Di sinilah letak perbedaannya yang sangat mencolok. Otak manusia merupakan sel hidup, sedangkan otak komputer merupakan sirkuit elektronik. Lalu siapakah yang lebih cerdas? Otak manusia atau komputer? Untuk menyimpulkanknya coba perhatikan analisa berikut.
Bagaimana jika cerdar itu berarti cepat? Komputerlah yang lebih cerdas. Manusia membutuhkan waktu sekian detik untuk menghitung bilangan 3 digit, sementara komputer mampu menghitung jutaan operasi matematik dalam satu detik saja.
Jika cerdas berarti memiliki daya ingat yang baik, komputer juga lebih cerdas dari manusia. Nah sekarang bagaimana jika cerdas berarti membuat keputusan sendiri? Ternyata manusialah yang jauh lebih cerdas. Komputer hanya dapat menghitung dan mengolah informasi berdasarkan perangkat lunak (software) yang digunakan. Manusia tidak memerlukan perangkat lunak, manusia dapat menghitung, mengolah informasi, dan membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Jika cerdas berarti berarti berfikir kreatif atau mengemukakan ide-ide orisinil, manusialah yang cerdas karena manusia berfikir setiap hari. Berdasarkan gambaran tersebut, kamu dapat memahami bahwa ternyata manusia memainkan peranan penting dalam system komputer. Perangkat keras (hardware) yang sudah didukung oleh perangkat lunak (software) juga tidak akan berfungsi kalau tidak ada manusia yang mengoperasikannya. Jadi, manusia yang paling cerdas, bukan?

Dipublikasi di Info IT | Meninggalkan komentar

Komponen Komputer

Ada 3 komponen Komputer, diantaranya:

1. Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa dijamah.

2. Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.

3. Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.

Penggolongan Komputer
Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.

Berdasarkan Data Yang Diolah

– Komputer Analog
– Komputer Digital
– Komputer Hybrid.

Berdasarkan Penggunannya,
– Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
– Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)

Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya
– Komputer Mikro (Micro Computer)
– Komputer Mini (Mini Computer)
– Komputer Kecil (Small Computer)
– Komputer Menengah (Medium Computer)
– Komputer Besar (Large Computer)
– Komputer Super (Super Computer)

Berdasarkan Generasinya
– Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
– Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
– Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
– Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)

Dipublikasi di Info IT | Meninggalkan komentar

Sejarah Awal Komputer

Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer, seperti:

• Menurut Hamacher , komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
• Menurut Blissmer , komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
– menerima input
– memproses input tadi sesuai dengan programnya
– menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
– menyediakan output dalam bentuk informasi
• Sedangan Fuori , berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.

Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.

Dipublikasi di Info IT | Meninggalkan komentar

Keistimewaan Bulan Sya’ban

Diantara hal penting yang terjadi pada bulan Rajab adalah peristiwa isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw. namun sebenarnya keistimewaan bulan Rajab adalah karena ia adalah bagian dari bulan-bulan muharam. artinya selain bulan Rajab ada tiga bulan lain yang mempunyai keistimewaan yang sama. yaitu Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Muharram.

Menetapkan keutamaan suatu waktu atau tempat, mesti harus ada dalil yang menjelaskannya. Karena yang memiliki hak untuk menetapkan bahwa suatu tempat atau waktu mempunyai keistimewaan atau keberkahan, hanyalah Allah Swt. hal itu bisa diketahui melalui penjelasan Rasulullah Saw dalam sunah-sunahnya. Seperti keutamaan tempat misalnya multazam, raudah, masjidil haram, masjid nabawi. Keistimewaan waktu misalnya hari jum’at, bulan ramadhan, bulan-bulan haram, dll.

Berbicara mengenai keistimewaan bulan Rajab, berarti tidak terlepas dari pembicaraan tentang keistimewaan bulan muaharram secara umum. Mengingat bahwa bulan rajab adalah bagian dari bulan muharam, sebagaimana sabda Rasulullah Saw ketika haji:
عن أبي بكرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب في حجته فقال ألا إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا: منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات ذوالقعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى والشعبان (رواه البخاري).
Dari Abu Bakrah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda ketika haji, beliau bersabda: ketahuilah bahwa zaman telah berputar sebagaimana mestinya, hari diciptakannya langit dan bumi, satu tahun terdiri dari dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan suci; tiga bulan berurutan yaitu dzul qa’dah, dzul hijjah, muharram, dan satu bulan lagi adalah rajab, ia ada diantara bulan jumadi dan sya’ban (HR. Bukhori).

Bulan muharam merupakan bulan yang dikhususkan oleh Allah Swt, bulan yang diagungkan, dan disucikan. Dimana pahala amal baik pada bulan tersebut dilipatgandakan oleh Allah Swt, dan dosa kemaksiatan pada bulan itu juga lebih besar dari bulan-bulan yang lain. Hal itu yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas ketika mengomentari firman Allah swt:
إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب بالله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم (التوبة: 36)
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumio, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, makan jangalah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu. (QS. At-Taubah: 36).

Qatadah dalam mengomentari ayat (فلا تظلموا فيهن أنفسكم) berkata: bahwa kezaliman pada bulan-bulan muharam, nilai kesalahannya dan dosanya lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain, meskipun pada hakikatnya kezalimana adalah bentuk kesalahan yang besar kapanpun itu dilakukan, tapi Allah Swt menjadikan suatu urusan itu besar sesuai dengan kehendaknya.

Imam Baihaqi dalam kitabnya syauabul iman, meriwayatkan dari Ka’ab, berkata: Allah memilih dari negeri-negeri yang ada, negeri yang paling dicintai Allah adalah negeri tanah haram. Dan Allah memilih waktu, waktu yang paling Allah cintai adalah bulan-bulan muharam, dari bulan-bulan muharam itu, yang paling dicintai Allah adalah bulan dzul hijjah, dari bulan dzulhijjah itu, yang paling dicintai Allah adalah sepuluh hari pertama. Dan Allah memilih hari-hari, hari yang paling dicintai Allah adalah hari jumat. Malam yang paling dicintai Allah adalah malam lailatul qadar, dan Allah memilih waktu-waktu antara malam dan siang, waktu yang paling dicintai Allah adalah waktu-waktu shalat wajib, dan Allah memilih ucapan-ucapan, dan ucapan yang paling dicintai Allah adalah Laailaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, dan alhamdulillah.

Artinya secara umum bahwa bulan-bulan muharam yang empat tersebut adalah bulan yang disucikan dan diagungkan disisi Allah, dimana amal baik pada waktu itu dilipatgandakan pahalanya dan kejahatan pada bulan-bulan itu juga digandakan dosannya. Oleh karenanya, secara umum bisa dipahami bahwa ibadah-ibadah pada bulan-bulan tersebut mempunyai nilai yang lebih dari bulan-bulan yang lain.

Ibadah puasa pada bulan Rajab
Bulan Rajab adalah sebagaimana bulan-bulan muharam yang lain, yang mempunyai nilai suci disisi Allah Swt. sehingga memperbanyak ibadah pada bulan tersebut adalah sangat baik, mengingat ia masuk dalam bagian dari empat bulan yang disucikan yang mempunyai keutamaan tersendiri.

ada riwayat yang menceritakan tentang bagaimana puasanya Rasulullah Saw pada bulan Rajab. dari Utsman bin Hakim berkata: aku bertanya kepada sa’id bin Jubair tentang puasa pada bulan Rajab, maka ia menjawab: aku diberitahu oleh Ibnu Abbas Ra, bahwa Rasulullah Saw berpuasa sampai kami beranggapan beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka sampai kami beranggapan seakan-akan beliau tidak berpuasa (HR. Muslim).

Maksudnya adalah bahwa Rasulullah Saw juga puasa dan juga berbuka pada bulan itu. Selain dari hadits diatas, memang banyak riwayat-riwayat hadist yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah puasa secara khusus pada bulan Rajab. Akan tetapi kebanyakan hadits-hadits itu mempunyai derajat lemah. Sehingga bisa dikatakan, tidak ada ibadah khusus yang harus dilakukan dalam bulan Rajab. Artinya jika ingin memperbanyak ibadah dalam bulan Rajab, seperti puasa, baca quran, shalat malam, dzikir, semangat yang dibangun dalam ibadah adalah karena Rajab merupakan bagian dari bulan-bulan Muharam, bukan karena hadits-hadits yang lemah itu. Wallahu a’lam.

Sumber http://www.syariahonline.com

Dipublikasi di Syariah On Line | Meninggalkan komentar

Al-Fatihah dilanjutkan tidak?

Pada dasarnya seorang makmum tidak wajib membaca surat al-Fatihah atau surat lainnya ketika ia melaksanakan salat jahriyyah maupun sirriyah secara berjamaah. Artinya, jika ia tidak membaca surat al-fatihah atau surat apapun salatnya tetap sah. Pasalnya, ia memiliki imam. Sementara, bacaan imam menurut sabda Rasulullah saw. sudah mewakili bacaannya.
Pendapat berbeda disampaikan oleh al-Imam Syafii dan Dawud. Menurut mereka, makmum tetap wajib membaca al-fatihah karena Rasulullah saw. Pernah bersabda, ”Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca surat al-Fatihah.” Hanya saja bagi mereka, ini berlaku pada shalat shalat sirriyyah (zhuhur dan ashar) sementara dalam shalat jahriyyah (maghrib, isya dan subuh) makmum cukup mendengarkan bacaan imam karena Allah befirman,
”Jika Alquran dibacakan, hendaknya kalian mendengarkan dan diam.” (QS al-A’raf: 204).
Adapun bagi kalangan Hanafi makmum sama sekali dilarang untuk membaca surat baik dalam shalat jahriyyah maupun siriyah.
Sementara, menurut kalangan Maliki dan Hambali, pembacaan surat oleh makmum dalam shalat sirriyyah hukumnya sunnah, dan pada shalat jahriyyah makruh.
Dengan demikian, jika berpegang pada pendapat Maliki, Hambali, dan Hanafi, shalat Anda tetap sah meski tidak membaca surat al-Fatihah atau surat yang lain. Tetapi cukup mendengarkan bacaan imam sebab menurut hadis Rasul saw. bacaan imam sudah mewakili. Di sisi lain Anda lebih wajib untuk mengikuti gerakan imam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber http://www.syariahonline.com

Dipublikasi di Syariah On Line | Meninggalkan komentar